GARUDA INDONESIA MULAI NAIKKAN HARGA TIKET PESAWAT
JAKARTA, liputankhususnews.online – Pemerintah resmi membuka peluang kenaikan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 9% hingga 13%.
Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 83 Tahun 2026 yang mengatur penyesuaian komponen biaya tambahan, khususnya fuel surcharge atau biaya bahan bakar.
Kenaikan ini menjadi respons atas meningkatnya harga avtur yang berdampak langsung pada operasional maskapai penerbangan.
Salah satu maskapai nasional, Garuda Indonesia, menyatakan akan mengikuti kebijakan tersebut dengan melakukan penyesuaian harga tiket secara bertahap.
Direktur Utama Glenny Kairupan menegaskan bahwa penyesuaian tarif akan dilakukan secara hati-hati.
Menurutnya, langkah ini tetap mengedepankan prinsip transparansi serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Selain itu, Garuda juga tengah menyiapkan strategi tambahan untuk menjaga performa operasional, seperti mengoptimalkan frekuensi dan jadwal penerbangan di sejumlah rute.
Dalam kebijakan terbaru, biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge mengalami kenaikan cukup besar, yakni sekitar 38% untuk pesawat jet maupun baling-baling.
Kenaikan ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penyesuaian harga tiket di pasar domestik.
Pemerintah Beri Stimulus untuk Menjaga Keterjangkauan
Di sisi lain, pemerintah juga menghadirkan kebijakan penyeimbang agar harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat. Salah satunya adalah pemberian insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11%.
Insentif ini berlaku untuk:
Tiket pesawat domestik
Penerbangan niaga berjadwal
Kelas ekonomi
Selain itu, pemerintah juga menetapkan bea masuk 0% untuk suku cadang pesawat. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri perawatan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) di dalam negeri.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis maskapai dan keterjangkauan layanan transportasi udara.
Ke depannya, maskapai termasuk Garuda Indonesia akan terus memantau perkembangan global, termasuk dinamika geopolitik dan industri aviasi, guna menyesuaikan strategi bisnis secara adaptif.
Dengan berbagai penyesuaian dan stimulus yang diberikan, diharapkan masyarakat tetap dapat mengakses layanan penerbangan dengan harga yang kompetitif, sementara industri aviasi nasional tetap stabil dan berkelanjutan.(SATRIYA/INFO PENERBANGAN)





